Kamis, 23 Oktober 2014



Hujanku . . .
Sore ini , hujan turun sangat lebat. . . .mengguyar dan membuat basah  kota kelahiranku.Ah, aku harus apa? Dengan semua butiran air yang jatuh dari langit itu?Aku maju, aku bergegas pulang meninggalkan sekolah kesayangan ku.Dengan sepada motor pemberian ayah dan titipan tuhan kepadaku.Terkadang aku kesal dengan semua butiran air hujan yang turun menggenai kepalaku, Mebuat kepalaku sakit ketika bersentuhan dengannnya.Namun aku bersyukur masih bisa meresakan setiap tetes air hujan anugerah tuhan itu.Aku pulang, dengan sejumlah harapan besok aku masih bisa hidup, masih bisa melihat dunia ini, masih bisa menghirup nafas segar kota kelahiranku, dan masih bisa merasakan panasnya terik matahari dan tetesan hujanku ini.
Katanya, hujan itu dapat membuat perasaan seseorang menjadi galau,Katanya hujan itu dapat menyampaikan perasaan  sesesorang, Dan katannya juga hujan dapat membuat  gelisah perasaan  seseorang.Kalau begitu. . . tolong sampaikan perasaan ku, kepada ibu dan ayah ku agar tidak terlalu khawatir dengan keadaanku.Aku akan baik –baik saja dengan semua anugerah pemberian tuhan itu,Aku hanya meresa lelah karena aktifitas yang ku jalani di sekolah. Hujanku . . .  bawalah kedamai dalam hati ku, terangilah jiwaku yang hampir gelap ini. . .

Akhirnya, aku hampir sampai di tempat tujuanku rumah, di tengah perjalan . . .Aku bertemu dengan seseorang yang sangat aku kagumi dari dulu,Dia Meminta bantuan kepada seseorang agar membantunya, namun tak ada satu yang dapat membantunnya. Aku berhenti, melihat setiap gerak geriknnya, ingin rasa hati ku bisa membantunya,Namun sipa aku? Aku bukan siapa- siapa dalam hidupnya, aku hanya dianggap kawan lamanya, Yang tak mungkin lagi menjadi kawan dekatnya.Aku bergegas pulang, meninggal kan wajah tersebut yang rasanya tak ingin terlepas dari pandangan mataku.
Pergi. . . pergi. .. pergi. . .
Membawa perasaan campur aduk melihat keadaannya,Aku sampai. .. . di tempat tujuan ku itu,
Ya, di rumahku, rumah yang telah ku tepati selama hidup.Dari pintu terlihat jelas sosok seorang perempuan yang tak muda lagi itu, Menunggu dan berharap sangat kepulangganku.Aku tak tau apa yang dilakukannya dari tadi, yang jelas dia pasti mengharap dan berdoa agar aku selamat di perjalanan tadi.Aku bersyukur dengan anugerahmu tuhan. dengan hujanmu ini, aku sangat megerti dengan kekhawatiran dan kasih sayang ibuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar