Hujanku
. . .
Sore ini , hujan turun sangat
lebat. . . .mengguyar dan membuat basah
kota kelahiranku.Ah, aku harus apa? Dengan semua butiran air yang jatuh
dari langit itu?Aku maju, aku bergegas pulang meninggalkan sekolah kesayangan
ku.Dengan sepada motor pemberian ayah dan titipan tuhan kepadaku.Terkadang aku
kesal dengan semua butiran air hujan yang turun menggenai kepalaku, Mebuat
kepalaku sakit ketika bersentuhan dengannnya.Namun aku bersyukur masih bisa
meresakan setiap tetes air hujan anugerah tuhan itu.Aku pulang, dengan sejumlah
harapan besok aku masih bisa hidup, masih bisa melihat dunia ini, masih bisa
menghirup nafas segar kota kelahiranku, dan masih bisa merasakan panasnya terik
matahari dan tetesan hujanku ini.
Katanya, hujan itu dapat membuat
perasaan seseorang menjadi galau,Katanya hujan itu dapat menyampaikan
perasaan sesesorang, Dan katannya juga
hujan dapat membuat gelisah
perasaan seseorang.Kalau begitu. . .
tolong sampaikan perasaan ku, kepada ibu dan ayah ku agar tidak terlalu khawatir
dengan keadaanku.Aku akan baik –baik saja dengan semua anugerah pemberian tuhan
itu,Aku hanya meresa lelah karena aktifitas yang ku jalani di sekolah. Hujanku
. . . bawalah kedamai dalam hati ku,
terangilah jiwaku yang hampir gelap ini. . .
Akhirnya, aku hampir sampai di
tempat tujuanku rumah, di tengah perjalan . . .Aku bertemu dengan seseorang
yang sangat aku kagumi dari dulu,Dia Meminta bantuan kepada seseorang agar
membantunya, namun tak ada satu yang dapat membantunnya. Aku berhenti, melihat setiap
gerak geriknnya, ingin rasa hati ku bisa membantunya,Namun sipa aku? Aku bukan
siapa- siapa dalam hidupnya, aku hanya dianggap kawan lamanya, Yang tak mungkin
lagi menjadi kawan dekatnya.Aku bergegas pulang, meninggal kan wajah tersebut
yang rasanya tak ingin terlepas dari pandangan mataku.
Pergi. . . pergi. .. pergi. .
.
Membawa perasaan campur aduk melihat keadaannya,Aku
sampai. .. . di tempat tujuan ku itu,
Ya, di rumahku, rumah yang telah ku tepati selama hidup.Dari
pintu terlihat jelas sosok seorang perempuan yang tak muda lagi itu, Menunggu
dan berharap sangat kepulangganku.Aku tak tau apa yang dilakukannya dari tadi,
yang jelas dia pasti mengharap dan berdoa agar aku selamat di perjalanan
tadi.Aku bersyukur dengan anugerahmu tuhan. dengan hujanmu ini, aku sangat
megerti dengan kekhawatiran dan kasih sayang ibuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar